6 Mar 2011

Profile Masjid Syuhada Yogyakarta

Masjid Syuhada Yogyakarta (arah muka)

Alasan didirikannya Masjid Syuhada
  1. Bersifat khusus, sebagai Masjid Jami’ untuk memenuhi kebutuhan Umat Islam untuk beribadah kepada Allah.
  2. Bersifat umum, sebagai monumen yang hidup dan bermanfaat untuk memperingati para syuhada (pahlawan yang gugur syahid) yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa, mempertahankan kebenaran dan keadilan
  3. Sebagai tanda mata peninggalan, kenang-kenangan untuk Yogyakarta yang pernah dijadikan sebagai ibukota negara, ibukota perjuangan.
Sejarah Berdirinya Masjid Syuhada
  • Masa penjajahan Belanda, Kotabaru dihuni oleh orang-orang kulit putih, orang-orang Indonesia kelas atas/kaya dan berpendidikan tinggi. Suasana Kotabaru adalah merupakan bagian kota yang modern, bersih, sehat namun sama sekali tiada tempat peribadatan umat Islam.
  • Masa penjajahan Jepang di awal tahun 1942 semua warga kulit putih dan Belanda dipindahkan dari Kotabaru. Rumah-rumah kosong itu lalu ditempati oleh orang-orang Jepang dan sebagian orang-orang Indonesia yang beragama Islam. Saat itu baru muncul kebutuhan suatu tempat ibadah untuk Umat Islam.
  • Masa kemerdekaan RI warga Kotabaru menjadi terdiri dari anggota-anggota tentara, pemuda, pelajar yang beragama muslim. Kebutuhan akan tempat ibadah Umat Islam semakin terasa.
  • Diakhir tahun 1949, saat Ibu Kota RI di Yogyakarta berlangsung perundingan antara delegasi Indonesia dan Belanda di Gravenhage Belanda. Muncul bayangan pemikiran akan kembalinya Ibu Kota RI dari Yogyakarta ke kota metropolis Jakarta. Maka kemudian timbul keinginan adanya suatu peninggalan, tanda mata dan peringatan untuk Yogyakarta, Ibu Kota perjuangan dan peringatan perjuangan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Bangunan peringatan yang sesuai dengan kesucian perjuangan bangsa Indonesia, bukan patung atau tugu / barang mati, melainkan sebuah Masjid Jami’ yang setiap saat tersirat nuansa kehidupan Umat Islam.
  • 14 Oktober 1949; Berdiri Panitia Pendirian Masjid Peringatan Syuhada yang disingkat  menjadi Panitia Masjid Syuhada
  • 17 Agustus 1950; Penetapan garis kiblat Masjid Syuhada oleh KH. Badawi
  • 23 September 1950; Peletakan Batu Pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Selaku Mentri Pertahanaan RI dan Kepala Daerah DIY.
  • 25 Mei 1952; Berdiri Yayasan Asrama  dan Masjid ( YASMA).
  • 20 September 1952; Peresmian Masjid Syuhada.
  • 26 September 1952; Ibadah Sholat Jum’at pertama dengan Imam dan Khatib Muhammad Natsir. Setelah itu Wakil Presiden RI Drs. H.M. Hatta yang baru kembali dari menunaikan Ibadah Haji di Mekkah memberikan ceramahnya di ruang aula/kuliah.
  • 13 September 1953; Menerima sumbangan 24 helai permadani buatan Karachi Pakistan dari rakyat dan pemerintah Pakistan.
Dengan selesainya pembangunan Masjid Syuhada maka untuk pengelolaan dan penanggungjawab pemakmuran masjid selanjutnya Panitia Masjid Syuhada yang dibentuk pada 14 Oktober 1949 berganti nama menjadi Yayasan Asrama dan Masjid Syuhada (YASMA SYUHADA).
Jabatan Ketua Umum selalu diiberikan kepada pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai waqif tanah dimana Masjid Syuhada didirikan. Saat ini (2008 – 2013) jabatan Ketua Umum diamanahkan kepada H. Kanjeng Raden Tumenggung Djatiningrat (H. Tirun Marwito, SH). Dengan tujuan dakwah dan berkontribusi pada dunia pendidikan, maka YASMA SYUHADA membentuk susunan kepengurusan sebagai berikut (periode 2008 – 2013):
Penasihat: Sri Sultan Hamengku Buwono X
                  Sri Paduka Paku ALam IX
                  Prof. Dr. H. M. Amien Rais, MA
                  GBPH H. Joyo Kusumo
                  Prof. Dr. H. Moh. Mahfudz MD
                  Ka. Kanwil. DEPAG D. I. Yogyakarta
                  Wali Kota Yogyakarta
Pembina: Drs. H. Barmawi Mukri, SH., M.Ag
                   Dr. Ir. H. Harsoyo, M.Sc
                   Prof. H. M. Suyanto, M.Pd., Ph.D
                   Dr. H. Jawahir Thontowi, SH
Pengawas: Drs. H. Subowo, M.M
                      Ir. H. Harsoyo M., Dipl.HS
                      Drs. DIdi Wahyu Sudirman, M.M
Ketua I: Ir. H. Muhammad Hanif, MT
Ketua II: H. E. Zainal Abidin, SH., MS., MPA 
Bidang Pendidikan: Ketua, Dr. Ir. H. Hary Sulistyo 
Bidang Sarana dan Prasarana: Ketua, Ir. H. Eddy Sofyan H, MT 
Bidang Pengembangan Usaha: Ketua, Amir Fansuri, SE 
Bidang Ibadah, Keta’miran, Asrama dan Alumni: Ketua, H. Dachwan, M.Si 
Bidang Kajian dan Pembinaan Kader: Ketua, Drs. Kusworo, M.Hum 
Bidang Kewanitaan: Ketua, Dra. Hj. Yayah Kusiah, M.Pd


Lembaga-lembaga di Masjid Syuhada
1.    Lembaga Pendidikan Formal:
·     Taman Kanak-kanak Masjid Syuhada (TKMS): ± 200 siswa;
·     Sekolah Dasar Masjid Syuhada (SDMS): ± 600 siswa;
·     Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP-IT MS); sejak 2004: ± 100 siswa;
·     Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada (STAIMS); terdiri dari dua prodi yaitu: Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

2.  Lembaga Non Formal:
·     Lembaga Pendidikan al-Quran Masjid Syuhada (LPQMS) sejak 1952; menyelenggarakan kursus membaca al-Quran terdiri dari kelas: Pemula, Tajwid, Murattal dan Seni Baca;
·     Pendidikan Anak Masjid Syuhada (PAMS) didirikan 20 Oktober 1953; menyelenggarakan pelatihan kompetensi untuk ustadz/ustadzah TPA serta bekerjasama dengan TPA/TK menyediakan tenaga pengajar (ustadz/ustadzah);
·     Pendidikan kader Masjid Syuhada (PKMS) didirikan 20 Nopember 1954; terdiri dari 3 program utama: Markaz al-Lughah al-Arabiyah, Training Center dan Event Organizer;
·     Corps Dakwah Masjid Syuhada (CDMS); menyelenggarakan kajian keislaman dan masalah-masalah aktual, serta pembinaan terhadap remaja-remaja muslim di sekolah-sekolah;
·     Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah dan Bantuan Hukum (LPKSBH) Masjid Syuhada; menyelenggarakan jasa konsultan untuk permasalahan keluarga dan rumah tangga;
·     Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Masjid Syuhada (LAZIS MS); menerima dan menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah serta wakaf dari para jama’ah;
·     Baitul Maal Wat Tamwiil Syuhada (BMT Syuhada); sebagai pusat sirkulasi keuangan lembaga-lembaga / unit Yayasan Masjid dan Asrama Syuhada serta sebagai media pengembangan usaha;
·     Pengajian Putri Masjid Syuhada (PPMS).
·     Kelompok Pengajian Al-Quran (KPA)  Al-Hijrah Masjid Syuhada.
·     Forum Shoilihat

3. Asrama Putera dan Puteri YASMA SYUHADA
  SDM (Sumber Daya Manusia) pelaksana teknis untuk memakmurkan Masjid Syuhada (penggerak lembaga/unit non-formal) berasal dari warga Asrama Putra dan Putri YASMA SYUHADA. Asrama Putra terletak di Jl. I Dewa Nyoman Oka 28 Kotabaru-Yogyakarta 55224 Tlp. 0274-547227 atau tepatnya di sebelah timur Masjid Syuhada. Asrama putra ini berkapasitas 20 mahasiswa. Asrama putri beralamat di Jl. Pringgokusuman No. 12 berdampingan dengan kampus STAIMS Telp. 0274-514520. Setiap warga yang mondok di Asrama tidak dipungut biaya tetapi sebagai konsekuensinya bertanggungjawab  sepenuhnya atas kegiatan-kegiatan lembaga non-formal.

Program Reguler Lembaga-lembaga di Masjid Syuhada
  • Studi Islam Efektif           
  • Kajian Keluarga Sakinah
  • Pelatihan Kader Da’i       
  • Pendidikan Jurnalistik
  • Pelatihan Bahasa Asing
  • Training Ustadz/ah TPA                          
  • Pelatihan Nasyid
  • Pengembangan Masyarakat
 

15 komentar:

  1. Assalamualaikum wr.wb. Langsung saja,
    untuk Takmir Masjid Syuhada. Jikalau ada kajian yang isinya menyinggung agama lain. Alangkah bijaknya tidak perlu pake pengeras suara keluar masjid hingga terdengar dikampung2. Toleransilah, agama kita memang agama yg benar. Tp bukan berarti kita bebas memojokkan agama lain. Bukan simpati yang didapat tp justru anggapan bahwa Masjid Syuhada itu "mohon maaf" sbg tmpt propaganda. Karena tidak terjadi 1, 2x saja. Namun jika materinya umum silahkan saja jika ingin menggunakan pengeras suara luar. Smoga bisa menjadikan masukkan yang baik untuk Takmir Masjid Syuhada. Trima kasih. Wassalamualaikum wr.wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa 'alaikumussalaam waraohmatullooh...
      terimakasih atas masukannya, insyaa Allooh kami sampaikan kepad a pengurus terkait...

      Hapus
  2. Ass,,
    sy mau brtanya, kalau hanya ingin nyantri tetapi tidak kuliah di STAIMS apa diperbolehkan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika statusnya sudah mahasiswa/i di perguruan tinggi manapun. diperbolehkan untuk tinggal di Asrama Masjid Syuhada yang letaknya di kampus STAIMS

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. assalamu'alaikum
    kalau kuliah di staim bisa kuliah sabtu minggu atau tidak?
    terima kasih.

    BalasHapus
  5. Assalamu"alaikum wr.wb.

    Saya mohon informasi, apakah Masjid Syuhada juga menyediakan Sarana Untuk Bersyahadat Muallaf yang ingin masuk Islam...

    Apakah kemudian dilengkapi dengan "semacam sertifikat" sebagai tanda telah dilakukan Bersyahadat ini untuk pengurusan PERUBAHAN KTP dan keperluan lain...

    Apakah ada syarat yang harus dipenuhi oleh pihak Muallaf...

    Demikian mohon informasi leboh lanjut.

    Wassalam

    Syaiful Bahri

    BalasHapus
  6. Mohon info saya dari lau Jogja, pengen belajar qiroah waktunya kapan dan biayanya berapa. Mohon dibalas ke djojo6@gmail.com. Syukron

    BalasHapus
  7. Assalamualaikum,. Saya ingin ikut latihan qiro seni baca quran). Kalau boleh tau, dibuka untuk umum atau tidak? Kalau iya, jadwalnya kapan? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah dibuka untuk umum....

      Hapus
  8. Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Kpd pengurus masjid Syuhada, mohon tempat wudhu diberikan papan petunjuk mana yang untuk pria dan mana yang untuk wanita.

    Karena saya sedang dalam perjalanan dan kebetulan baru sekali mampir untuk menunaikan ibadah sholat maghrib di masjid Syuhada' bersama saudara perempuan saya naik kendaraan pribadi. Di dekat pintu masuk ada 1 buah kran air yang saya pikir itu adalah tempat wudhu dan saya menunggu adik saya untuk berwudhu. Tetapi saya dihardik oleh bapak2 paruh baya untuk wudhu di bagian pria.

    Setelah saya selesai sholat, bapak tersebut mendatangi saya dan memberikan wejangan bahwa saya dilarang untuk berduaan bukan dengan muhrim, karena dikhawatirkan menimbulkan dosa dan fitnah. Dan adik saya diminta untuk pulang sendiri. Saya sudah menjelaskan bahwa saya dengan adik saya, tp beliau malah menceramahi saya dan memaksa adik saya pulang sendiri. Maka saya pun pamit, tetapi beliau malah berkata kalau "Saya sudah memperingatkan, kalau celaka yang penting saya sudah mengingatkan".

    Mohon maaf sekali, untuk pengurus takmir mbok ya jangan menilai orang seperti itu, berkata seperti itu yang saya rasa tidak pantas. Bukankan Islam itu indah, berkata dengan lembut, tdk menghardik, tidak menilai dari penampilan luar seseorang, dan kata2 yang keluar dari mulut yang baik2, mendo'akan yang baik bukan mendo'akan celaka. :)

    Mohon maaf saya menumpahkannya disini, hanya persoalan salah tempat wudhu dan karena ketidaktahuan saya urusan menjadi panjang. Mohon maaf kalau kata2 saya tidak berkenan.

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. sebenarnya tempat wudlu yang terbuka memang untuk putra dan khusus putri sudah ada papan penunjuknya yaitu di bagian yang tertutup (sebelah selatan Masjid) satu atap dengan toilet putri.

      adapun bapak-bapak yang mengingatkan dan dengan cara menghadirik anda apakah sudah dipastikan kalau itu bagian dari pengurus/takmir masjid syuhada....? karena Insya Allah dari pengurus ataupun takmir Masjid Syuhada tidak ada yang berlaku demikian. terimakasih.

      Hapus
  9. Silakan datang ke Sekretariat Masjid Syuhada, atau ke ASrama Putra Masjid Syuhada

    BalasHapus
  10. Terima kasih blognya bagus, bila boleh tahu Masjid syuhada ada layanan konsultasi tidak ya berikut saya juga sempat menulis tentang masjid syuhada

    BalasHapus
  11. Pk mau belajar qiroah bersanad, hubungin nomer sy nggih pk.
    089671695342
    Atau email saya Kaksigit@gmail.com
    Mohon info waktunya. Klo bs ahad ad?

    BalasHapus